Sabtu, 14 November 2015

Kenapa harus menulis

Menulis dan berkarya untuk sesama serta menjadi sebaik-baik manusia yang paling bermanfaat untuk makhluk lain merupakan salah satu harapan dan cita-cita saya hidup didunia ini. Tetapi dalam menjalani hidup ini, tidak sedikit benturan yang menghalangi jalan ini, salah satunya sifat malas yang sampai saat ini susah ditaklukan ( jujur nih, he … he …… ).
Saya berfikir kalau menulis itu hal yang berat banget dilakukan. Saya sudah berusaha untuk fokus menulis tapi manajemen pembagian waktu saya masih buruk, tapi dalam hati saya selalu ada keinginan untuk bisa menulis dan suatu saat harus bisa membuat buku sendiri. Kemudian saya berfikir, dunia selalu berpola sesuai dengan apa yang kita pikirkan. Kalau saya mikir nulis itu sulit, maka semesta akan mengamininnya hingga yang muncul adalah kesulitan. Namun jika saya berfikir bahwa menulis itu sederhana, maka semesta mengamininya.
Hidup bermula dari ‘B’ ( Birth ) dan berakhir dengan ‘D’ ( Death ).  Dan diantara ‘B’ dan ‘D’ ada ‘C’ (Choice ). Hidup adalah pilihan, mau numpang lewat atau menebar manfaat. Hidup hanya sekali, maka pilihlah hidup yang penuh arti, yang penuh prestasi dan kontribusi. Yang jasadnya mati tapi namanya tetap abadi. Yang di dunia bahagia, diakhirat meraih surga.
Lets make a life not just a living. Sebaik – baik manusia diantara kalian adalah yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Dan pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan agar nama kita akan selalu harum dan dikenang ? . bagaimana dunia tahu keberadaan kita, diantara milyaran penduduk dunia, kita ini siapa? Kita ini adalah manusia, mahluk istimewa  dan mulia yang ditugaskan tuhan menjadi khalifahnya dimuka bumi ini. Sebuah tugas dan tanggung jawab yang sangat terhormat. Sebuah tugas yang memang sangat berat. Tapi inilah konsekuensi menjadi mahluk mulia. Berani menjadi manusia, harus berani memegang tanggung jawab yang disertakan tuhan atasnya.
Setiap manusia itu unik dan istimewa, maka pergunakanlah anugrah yang telah tuhan berikan kepadamu. Salah satunya akal pikiran, ia adalah organ penting yang bisa mengatur aktifitas kita sehari-hari, sedangkan tulisan adalah corong yang akan menuliskan apa yang kita pikirkan. Jika kita tak ingin dilupakan oleh manusia saat tiada nanti, maka tulislah sesuatu yang layak dibaca, atau lakukan sesuatu yang layak untuk ditulis.

Beruntunglah orang yang menulis, karena mereka tidak membiarkan pemikiran yang dihadiahkan oleh tuhan berlalu begitu saja. Tak inginkah kita mewariskan ide dan pemikiran kita kepada generasi mendatang? Betapa nikmatnya menjadi manusia yang meskipun kita sudah beristirahat di dalam kubur, karya kita masih abadi, masih dibaca dan memberi pencerahan bagi pembaca yang masih hidup. Jangan sampai ada dan tiadamu di dunia ini tak ada bedanya.