Menulis
dan berkarya untuk sesama serta menjadi sebaik-baik manusia yang paling
bermanfaat untuk makhluk lain merupakan salah satu harapan dan cita-cita saya
hidup didunia ini. Tetapi dalam menjalani hidup ini, tidak sedikit benturan
yang menghalangi jalan ini, salah satunya sifat malas yang sampai saat ini
susah ditaklukan ( jujur nih, he … he …… ).
Saya
berfikir kalau menulis itu hal yang berat banget dilakukan. Saya sudah berusaha
untuk fokus menulis tapi manajemen pembagian waktu saya masih buruk, tapi dalam
hati saya selalu ada keinginan untuk bisa menulis dan suatu saat harus bisa
membuat buku sendiri. Kemudian saya berfikir, dunia selalu berpola sesuai
dengan apa yang kita pikirkan. Kalau saya mikir nulis itu sulit, maka semesta
akan mengamininnya hingga yang muncul adalah kesulitan. Namun jika saya
berfikir bahwa menulis itu sederhana, maka semesta mengamininya.
Hidup
bermula dari ‘B’ ( Birth ) dan berakhir dengan ‘D’ ( Death ). Dan diantara ‘B’ dan ‘D’ ada ‘C’ (Choice ).
Hidup adalah pilihan, mau numpang lewat atau menebar manfaat. Hidup hanya
sekali, maka pilihlah hidup yang penuh arti, yang penuh prestasi dan
kontribusi. Yang jasadnya mati tapi namanya tetap abadi. Yang di dunia bahagia,
diakhirat meraih surga.
Lets
make a life not just a living. Sebaik – baik manusia diantara kalian adalah
yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Dan pertanyaannya adalah apa
yang harus dilakukan agar nama kita akan selalu harum dan dikenang ? .
bagaimana dunia tahu keberadaan kita, diantara milyaran penduduk dunia, kita
ini siapa? Kita ini adalah manusia, mahluk istimewa dan mulia yang ditugaskan tuhan menjadi
khalifahnya dimuka bumi ini. Sebuah tugas dan tanggung jawab yang sangat
terhormat. Sebuah tugas yang memang sangat berat. Tapi inilah konsekuensi
menjadi mahluk mulia. Berani menjadi manusia, harus berani memegang tanggung
jawab yang disertakan tuhan atasnya.
Setiap
manusia itu unik dan istimewa, maka pergunakanlah anugrah yang telah tuhan
berikan kepadamu. Salah satunya akal pikiran, ia adalah organ penting yang bisa
mengatur aktifitas kita sehari-hari, sedangkan tulisan adalah corong yang akan
menuliskan apa yang kita pikirkan. Jika kita tak ingin dilupakan oleh manusia
saat tiada nanti, maka tulislah sesuatu yang layak dibaca, atau lakukan sesuatu
yang layak untuk ditulis.
Beruntunglah
orang yang menulis, karena mereka tidak membiarkan pemikiran yang dihadiahkan
oleh tuhan berlalu begitu saja. Tak inginkah kita mewariskan ide dan pemikiran
kita kepada generasi mendatang? Betapa nikmatnya menjadi manusia yang meskipun
kita sudah beristirahat di dalam kubur, karya kita masih abadi, masih dibaca
dan memberi pencerahan bagi pembaca yang masih hidup. Jangan sampai ada dan
tiadamu di dunia ini tak ada bedanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar